Peluang Usaha Air Bersih

Semakin merosotnya daya dukung lingkungan membuat pasokan air bersih makin berkurang. Saat ini, akses aman terhadap air minum secara nasional baru mencapai 47,63 persen. Dari angka tersebut baru sekitar 25,56 persen yang dilayani dengan sistem perpipaan. Artinya, peluang bisnis yang tersedia masih sangat besar.

Apalagi, pelayanan perpipaan sebagian besar masih diselenggarakan oleh perusahaan daerah air minum (PDAM), yang manajemennya payah. Bayangkan, dari 382 PDAM hanya 140 yang bisa mencatatkan keuntungan. Mereka juga belum bisa beroperasi 24 jam penuh. Tingkat kehilangan air juga tinggi, yakni 33 persen.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, sebanyak 209 PDAM juga terlilit utang. Dengan kondisi seperti itu, harapan cerah sulit disandarkan ke pundak PDAM. Padahal, peluang yang tersedia cukup fantastis, yakni senilai Rp 34,6 triliun. Peluang tersebut dihitung berdasarkan target pembangunan milenium (millennium development goals/MDG’s) di mana tahun 2015 Indonesia harus menaikkan cakupan pelayanan air dengan sistem perpipaan dari 25,56 persen menjadi 45,72 persen.
Menurut perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk merealisasikan target tersebut dibutuhkan tambahan 8,5 juta sambungan baru. Investasi total yang dibutuhkan sekitar Rp 46,6 triliun. Dari jumlah tersebut pemerintah hanya mampu menyediakan dana sekitar Rp 12 triliun. Sisanya Rp 34,6 triliun menjadi peluang investasi bagi kalangan swasta.

Sayangnya, minat kalangan swasta masih sangat rendah. Umumnya mereka berpendapat, bisnis air bersih tak terlalu prospektif karena pasokan air bersih masih dengan mudah didapatkan. Padahal, pasokannya terus berkurang. Jumlah penduduk yang terus bertambah juga membuat kebutuhan air bersih terus meningkat.

Ke depan, air akan menjadi potensi strategis yang diperebutkan banyak pihak. Pasalnya, proses fisika alami di bumi membuat suplai air menjadi langka. Saat ini gejala kelangkaan tersebut sudah terjadi dengan banyaknya kerusakan di daerah aliran sungai, perubahan iklim, dan meningkatnya polusi air akibat sampah dan penggundulan hutan. Realisasinya, investasi swasta bahkan belum menyentuh level Rp 1 triliun. Selain pandangan tak prospektif, mereka juga ragu karena berkaca dari kegagalan PDAM.

PELUANG BISNIS KEBUGARAN


Sehat Untuk Tubuh dan Dompet
Berolah raga di pusat kebugaran bukan hanya kebutuhan masyarakat menengah atas. Masyarakat kelas menengah bawah pun menyukai aktivitas ini. Permintaan ini melahirkan peluang usaha yang bisa menghasilkan untung berlipat.

Memiliki tubuh yang sehat dengan lekuk tubuh yang sintal dan seksi tentu menjadi keinginan banyak kaum hawa. Begitupun para lelaki, yang mendambakan tubuh bugar untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Kondisi ini memicu pusat kebugaran alias fitness center terus bermunculan.
Kelasnya pun sangat beragam, mulai dari kelas superelite dan eksklusif hingga yang murah meriah. Yang membedakan, selain lokasi, tentu saja kelengkapan fasilitas dan layanannya.

Tentu, tidak sembarang pengusaha bisa masuk ke segmen papan atas. Sebab, modalnya bisa menembus angka miliaran rupiah. Jadi, jika Anda ingin mencicipi segarnya bisnis pusat kebugaran ini, Anda bisa mengambil segmen menengah. Modal tidak terlalu besar, tapi potensi pasarnya sangat besar. Logika saja, jumlah kalangan menengah jauh lebih besar ketimbang kaum elite.

Lihat saja, beberapa pemain pusat kebugaran kelas menengah mengaku, mereka bisa balik modal dalam tempo kurang dari satu tahun. Sinergi Fitness mengaku, mereka bisa balik modal dalam tempo enam bulan. Adapun Ampaba Fitness Club di Cengkareng sudah mulai mencetak keuntungan di bulan keempat. “Saya yakin, dalam waktu enam bulan, saya sudah balik modal,” ujar Kurniawan Perkasa, pemilik Ampaba Fitness Club, yang saat ini bekerja di sebuah bank swasta. Yakin dengan potensi pasarnya, Kurniawan akan meresmikan cabang baru di Tendean, Jakarta, bulan ini. Targetnya, dalam setahun ini, Ampaba Fitness sudah beranak jadi empat cabang.

mengantongi laba dari waralaba showroom mobil

Segala bentuk usaha bisa diwaralabakan. Salah satunya, usaha showroom mobil seperti Aldo Mobilindo. Usaha showroom mobil yang didirikan Olivia Antoni tahun 2003. Aldo yang bermarkas di Cilegon, Banten, ini menawarkan waralaba sejak akhir 2009.

"Bisa dikatakan kami waralaba showroom mobil pertama di Indonesia," klaim Ubeid Stefano, wakil pemilik Aldo Mobilindo. Saat ini, sudah Aldo Mobilindo sudah menggaet 30 mitra. Mereka tersebar di Cengkareng, Bogor, Pekalongan, Yogyakarta Pangkalpinang, Padang, Banda Aceh, Makassar, Palembang, dan Bali. Satu mitra di Karawaci, baru buka bulan ini.

Mei 2011 nanti akan ada terwaralaba Aldo Mobilindo akan buka gerai di Madiun, Malang, Cikampek, Banten, dan Cirebon. "Kami tidak membatasi jumlah mitra di satu wilayah asalkan jarak satu mitra dengan mitra lain 5 hingga 10 km,” kata Ubeid.

Tips Mengatasi Usaha MacetTips Mengatasi Usaha Macet

Untuk memulai usaha memang gampang-gampang susah cth usaha produk kosmetik , orang kadang memikirkan yang tidak-tidak untuk mencari pembena...

Tips Perencanaan Keuangan

Kondisi berwirausaha membutuhkan perencanaan keuangan yang berbeda dengan seseorang yang berpendapatan tetap.

Dalam situasi ini, seorang wirausahawan dituntut untuk lebih bijak dan disiplin mengelola cashflownya. Dan yang terpenting, dia harus mampu memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadinya.

Berikut gambaran contoh perencanaan keuangan yang bisa dijadikan acuan bagi kita yang memiliki usaha baik itu kecil maupun besar cth usaha duplikat kunci.
1. Cash flow positif
Berbicara mengenai suatu usaha adalah mengenai untung dan rugi. Kalau hasil penjualan dikurangi biaya produksi dan biaya-biaya perusahaan adalah positif maka perusahaan tersebut untung, dan kalau hasil negatif maka rugi. Untuk membuat perencanaan keuangan perusahaan wedding planning, maka cash flow harus positif, sehingga merencanakan keuangan selanjutnya lebih mudah. Bagaimana kalau cash flow perusahaan tersebut negatif / rugi? Yang harus dilakukan adalah menekan biaya produksi/biaya yang lain lebih kecil dari pemasukan.


2. Dana darurat / emergency fund
Keberadaan dana darurat / emergency fund sangat penting bagi usaha kecil menengah. Dana darurat ini untuk mengantisipasi apabila dalam beberapa hari/bulan tidak mendapatkan order; ada karyawan yang masuk rumah sakit karena kecelakaan, ada order yang cukup besar.

Tips Sukses Berdagang dan Wirausaha

1. Tetapkan impian (carilah impian yang sesuai dengan hobi dan kemampuan) atau menjual   produk sesuai dengan kebutuhan pasar, diperlukan riset dahulu dengan membaca koran atau membuka buka internet

2. Cari tahu tentang bisnis itu (bahan baku, pemasaran, cara produksi)

3. Turun ke lapangan dan perkenalkan produk
4. Cari pengusaha yang sukses di bidang sejenis untuk sharing informasi